Jumat, 14 Mei 2010

Hachi Hachi Bistro

Hachi Hachi Bistro, yang terletak di Mal Taman Anggrek, lt. 3 Unit # 311 Jl. Letjen. S.Parman Kav. 21 Slipi – Jakarta Barat merupakan restaurant Jepang yang menyajikan makanan khas Jepang yang berkhualitas dan segar.


Selain menyajikan makanan khas Jepang yang sudah mendunia Restaurant Jepang ini juga menyajikan makanan Western sebagai selingan. Untuk harganya sekitar RP. 75.000 – RP. 100.000, em…lumayan mahal juga tetapi worth-ed untuk cita rasa yang diberikan oleh Hachi Hachi Bistro. Untuk open hour mulai dari jam 10:00 - 22:00


Salah satu menu yang disajikan oleh Restaurant Jepang ini adalah Salmon Sashimi. berbeda dengan salmon sashimi biasa yang ditata dipiring datar di resto ini salmon sashimi ditata melingkar dalam sebuah bowl, . walau tampak cantik hiasannya tapi bikin agak repot untuk dimakan, karena harus dipotong – potong dulu. Dengan tampilan yang segar Salmon Sashimi ini menjadi makanan Jepang favorite di resto ini.

Black dragon roll, gumpalan nasi pada makanan ini sangat pas, sehingga bias dimakan dengan sekali suap dan tentu saja dengan rasa yang menggoda selera para pecinta kuliner. Untuk menu – menu yang lain Dragon Roll, Salmon Tower, Volcano Roll, California Crunch Roll, Shrimp and Cheese Roll, Spicy Bulogi Yakiniku. Menu – menu ini sangat direkomendasikan, SELAMAT MENCOBA………….

Info makanan jepang

Label: , , ,

Rabu, 12 Mei 2010

Kelezatan Kecoa bagi sebagian masyarakat Jepang

Pernahkan sobat - sobat mendengar kata "kecoa"? mungkin teman - teman mengenal kata "kecoa" sebagai salah satu binatang yang kecil yang sangat koror, geli dan menjijikan. Satu pertanyaan lagi, apakah sobat pernah makan kecoa? (eit...........bukan maksud gw untuk mengumbar - ngumbar kata kecoa yang membuat sobat - sobat jiji'....maaf aja nih sebelunya), gw disini cuma mau bagi - bagi informasi aja tentang makanan yang menjadi makanan favorite di Jepang.

Gw baru aja baca dan liat gambar disalah satu artikel online yang menurut gw sangat unik (emmmm.....), gw baru tau ternyata orang - orang jepang bener2 creative ampe kecoa bisa jadi makanan. Emang dasar manusia gak pernah puas dengan makanan yang selama ini dimakan, sampe kecoa pun dilahap (yummy..........Japaneses said....peace ya orang - orang Jepang) . Kita sebagai manusia emang mempunyai kecenderungan untuk bereksperimen, mencari sesuatu yang baru, dengan terobosan2 yang membuat orang tercengang melihatnya, seperti gambar dibawah ini:

Setelah melihat gambar - gambar diatas bagaimana menurut lidah atau selera orang - orang Indonesia, apakah kecoak pantas untuk dijadikan sebagai salah satu hidangan? apakan sobat - sobat mau mencoba masakan jepang seperti gambar diatas ?Apakah ada restoran jepang di Indonesia yang menyajikan masakan jepang seperti gambar diatas?................kalau emang ada emmmm..............patut dicoba.

Label: , ,

Healthy Food = Makanan Jepang


Segar dan sehat. Itulah kesan yang melekat pada masakan Jepang. Tak hanya sayuran dan ikan segar, bumbu yang tanpa tambahan MSG juga baik untuk kesehatan.

Menu masakan Jepang sering dijadikan rujukan para vegetarian atau mereka yang menjalani diet rendah lemak. Umumnya, bahan-bahan untuk masakan Jepang berupa beras dan hasil pertanian (sayur-sayuran dan kacang-kacangan).

Mengingat potensi sumber daya laut Jepang cukup kaya, makanan laut (seafood) kerap dijumpai dalam ragam menu mereka. Bahkan, tak sedikit orang Jepang menyantapnya dalam keadaan segar dan mentah. Saat ini, masakan asli Jepang sulit ditemukan, sekalipun di negara asalnya. Masakan ala Jepang yang ada sekarang sering merupakan perpaduan berbagai bahan makanan dan masakan dari berbagai negara.

Seiring menjamurnya restoran Jepang di berbagai negara, menu-menu yang kemudian dikategorikan masakan Jepang pun kian beragam. Di Indonesia, makanan seperti sushi, tempura, shabushabu dan sukiyaki cukup populer.

Guna menambah daya tarik, banyak restoran Jepang mengkreasikan sendiri atau mengadopsi resep masakan Jepang dan menyesuaikan dengan cita rasa setempat (lokal) tanpa menghilangkan esensi dari masakan itu sendiri, yaitu fresh and healthy.

”Kami menyediakan berbagai jenis menu masakan Jepang. Beberapa menu ada yang asli Jepang, ada yang diadopsi mengikuti lidah orang Indonesia, dan ada juga yang hasil kreasi sendiri,” kata Joy Kameron, pemilik restoran Jepang Takigawa yang berlokasi di Senayan City, Jakarta Selatan.

Menurut pria yang menggeluti bisnis food and beverage sejak 1995 ini, selain mutu masakan dan cara pengolahan yang benar, hal lain yang juga tak kalah penting adalah kesegaran bahan mentah.

Misalnya ikan salmon yang diimpor dari Jepang. Itu benar-benar kami jaga mutunya, kualitasnya juga dipilih yang nomor satu,” ungkap Joy. Dia mengatakan, ikan salmon biasanya hanya tahan 3–4 hari, selepas itu sudah tidak segar lagi. Contoh menu yang menggunakan toping ikan salmon mentah yang segar adalah california roll yang merupakan jenis sushi.

Kendati kecil bentuknya, tapi banyak kandungan gizinya. ”Aneka sushi merupakan salah satu menu yang banyak difavoritkan pengunjung,” kata Chef Takigawa. Gurih dan empuknya nasi sushi semakin mantap jika Anda mencelupkannya ke dalam shoyu (sejenis kecap asin) yang diberi sedikit wasabi (akar tumbuhan yang diparut halus; warnanya hijau dengan rasa yang ”panas”). Celupkan sedikit saja, sebab jika terlalu dalam, nasi akan menyerap shoyu sehingga rasa jadi terlalu asin. Rasakan juga gurihnya telur ikan terbang (tobiko) saat ”berenang” di lidah.

Jika terasa sedikit amis saat menyantap salmonnya, segera ambil gari (sejenis acar jahe berwarna merah muda dengan rasa yang pedas tapi segar). Masih belum puas dengan california roll? Coba juga takigawa roll yang mengandung lebih banyak seafood. Alternatif menu lain yang juga berbahan dasar seafood dengan rasa yang agak pedas adalah seafood spicy yang akan membuat lidah Anda bergoyang. Atau jika Anda penggemar fanatik nasi goring, tapi ingin tetap menikmati seafood, pesan saja cahan yang merupakan campuran nasi goreng dengan aneka seafood yang dipotong kecil-kecil. Bagi penyuka sayuran juga bisa mencicipi kesegaran wakame salad.

Bahan utamanya adalah lobak dan rumput laut nan lembut yang dicampur salad oil dan kecap khas Jepang. Rasanya unik dan segar, ada manis, asam, dan asin. Penambahan katsuobushi juga menyelipkan sedikit rasa ikan di antara dominasi sayuran.

”Menu ini banyak dipesan terutama oleh pengunjung wanita,” kata Direktur Operasional Takigawa Chally Kameron. Dengan konsep semi-fine dining, Chally menuturkan, pengunjung tetap bisa menikmati aneka menu masakan dengan harga relatif murah.

Didukung interior cozy, tamu yang datang juga bisa menikmati pemandangan keluar lewat jendela kaca yang lebar. Selain itu, nuansa Jepang juga lebih terasa dengan adanya para pelayan wanita berseragam kimono, serta pelayan pria yang mengenakan seragam putih dan ikat kepala.

”Irasshaimase!” demikian sapaan selamat datang dalam bahasa Jepang yang selalu mereka ucapkan pada setiap pengunjung yang datang. Dan sebagai ungkapan terima kasih, ”Arigato gozaimasu!” menjadi ucapan wajib mereka ketika pengunjung berpamitan.

(sumber : Okezone.com)

Label: , , , ,

Senin, 10 Mei 2010

Asal usul masakan Jepang

Orang Jepang mulai makan nasi sejak zaman Jomon. Lauknya berupa bahan makanan yang direbus (nimono), dipanggang, atau dikukus. Cara mengolah makanan dengan menggoreng mulai dikenal sejak zaman Asuka, dan berasal dari Semenanjung Korea dan Cina. Teh dan masakan biksu diperkenalkan di Jepang bersamaan dengan masuknya agama Buddha, namun hanya berkembang di kalangan kuil. Makanan biksu adalah masakan vegetarian yang disebut shōjin ryōri. Hewan peliharaan dan binatang buas seperti monyet dilarang untuk dijadikan bahan makanan. Di dalam literatur klasik Engishiki juga diceritakan tentang ikan hasil fermentasi yang disebut narezushi yang dipakai sebagai persembahan di Jepang bagian barat.

Sumber : Wikipedia.com

Label: , ,

Makanan Jepang

Masakan dan makanan Jepang tidak selalu harus berupa "makanan yang sudah dimakan orang Jepang secara turun temurun." Makanan orang Jepang berbeda-beda menurut zaman, tingkat sosial, dan daerah tempat tinggal. Cara memasak masakan Jepang banyak meminjam cara memasak dari negara-negara Asia Timur dan negara-negara Barat. Di zaman sekarang, definisi makanan Jepang adalah semua makanan yang dimakan orang Jepang dan makanan tersebut bukan merupakan masakan asal negara lain.

Dalam arti sempit, masakan Jepang mengacu pada berbagai berbagai jenis makanan yang khas Jepang. Makanan yang sudah sejak lama dan secara turun temurun dimakan orang Jepang, tapi tidak khas Jepang tidak bisa disebut makanan Jepang. Makanan seperti gyudon atau nikujaga merupakan contoh makanan Jepang karena menggunakan bumbu khas Jepang seperti shōyu, dashi dan mirin. Makanan yang dijual rumah makan Jepang seperti penjual soba dan warung makan kappō juga disebut makanan Jepang. Makanan yang mengandung daging sapi sering dianggap bukan masakan Jepang karena kebiasaan makan daging baru dimulai sejak Restorasi Meiji sekitar 130 tahun lalu. Menurut orang di luar Jepang, berbagai masakan dari daging sapi seperti sukiyaki dan gyudon juga termasuk makanan Jepang. Dalam arti luas, bila masakan yang dibuat dari bahan makanan yang baru dikenal orang Jepang ikut digolongkan sebagai makanan Jepang, maka definisi masakan Jepang adalah makanan yang dimasak dengan bumbu khas Jepang.

Masakan Jepang sering merupakan perpaduan dari berbagai bahan makanan dan masakan dari berbagai negara. Parutan lobak yang dicampur saus sewaktu memakan bistik atau hamburg steak, dan salad dengan dressing parutan lobak merupakan contoh perpaduan makanan Barat dengan penyedap khas Jepang. Saus spaghetti yang dicampur mentaiko, tarako, natto, daun shiso atau umeboshi merupakan contoh makanan Barat yang dinikmati bersama bahan makanan yang memiliki rasa yang sudah akrab dengan lidah orang Jepang. Bistik dengan parutan lobak sebenarnya tidak dapat disebut sebagai makanan Jepang melainkan bistik ala Jepang (wafū steak). Berdasarkan aturan ini, istilah wafū (和風 ,ala Jepang?) digunakan untuk menyebut makanan yang lazim ditemukan dan dimakan di Jepang, tapi dimasak dengan cara memasak dari luar Jepang.

Berdasarkan aturan wafū, beberapa jenis makanan sulit digolongkan sebagai makanan Jepang karena merupakan campuran antara makanan Jepang dan makanan asing:

  • Makanan Barat yang dicampur bahan makanan yang unik Jepang, seperti sarada udon (salad adalah makanan Barat tapi dicampur udon yang khas Jepang), kari, dan anpan (roti berasal dari Barat berisi ogura yang khas Jepang).
  • Makanan khas Jepang yang berasal dari luar negeri tapi dibuat dengan resep yang sudah diubah sesuai selera lokal, seperti ramen dan gyōza.
  • Makanan yang berdasarkan bahan dan cara memasak sulit diputuskan harus dimasukkan ke dalam kategori makanan Barat atau makanan Jepang, misalnya pork ginger dan butashōgayaki keduanya menunjuk pada makanan yang sama.

Sebagian besar ahli kuliner berpendapat masakan Jepang mudah sekali dibedakan dari masakan negara tetangga seperti masakan Korea dan masakan Cina. Walaupun demikian, sejumlah makanan Korea juga mendapat pengaruh dari masakan Jepang. Di Korea juga dikenal kimbab (futomakizushi), sup miso, dan takuan (asinan lobak) yang merupakan makanan khas Jepang.

Sumber : Wikipedia.com

Label: , ,

Selasa, 04 Mei 2010

Masakan Jepang Untuk Kesehatan

Jakarta - Masakan Jepang memang sudah populer di berbagai negara. Selain terkenal memakai bahan segar juga mempunyai cita rasa alami. Tak hanya itu bahan-bahan yang dipakai untuk memasak ternyata memiliki khasiat bagi kesehatan sejak ratusan tahun silam. Semuanya diungkap tuntas di buku yang satu ini!

Masakan Jepang memang sudah cukup terkenal sejak lama karena mengutamakan kesegaran bahan dan juga rempah-rempah pilihan yang banyak manfaatnya untuk kesehatan. Tidak hanya itu, beberapa jenis masakan masih diproses dengan cara tradisional sehingga cukup aman dari bahan-bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Di dalam buku Japanese Foods That Heal ini, diungkap secara rinci aneka bahan makanan yang dipakai sejak ratusan tahun silam oleh bangsa Jepang. Tak sekedar nama dan ciri-cirinya tetapi juga khasiat hebatnya bagi kesehatan.

Mulai dari miso, shoyu, jamur shiitake, mochi, tofu, mirin hingga teh Jepang. Ada juga penjelasan mengenai bahan yang masih asing di telinga kita. Sebut saja Kuzu, salah satu jenis akar-akaran seperti ginseng yang sangat baik dikonsumsi oleh para pria karena bisa membangkitkan stamina.

Disini juga dijelaskan kalau salah satu sup Jepang yang cukup terkenal, Miso, yang banyak manfaatnya bagi kesehatan. Seperti untuk mengurangi alergi, meningkatkan libido, mengurangi tekanan darah tinggi, osteoporosis dan masih banyak lagi. Bahkan bakteri baik yang terdapat didalamnya saat proses pembuatan mampu membunuh bakteri yang bersifat jahat.

Tiap cerita tentang bahan diikuti dengan resep-resep yang dibuat secara klasik dan tradisional. Setiap resep yang disajikan dalam buku ini cukup jelas dan diberikan beberapa penjelasan singkat tentang khasiat dan keunikan dari masakan tersebut. Cara membuatnya pun dijelaskan secara jelas dan mudah dimengerti bahkan untuk pemula sekalipun. Seperti Samurai Miso Soup, Creamy Curried Carrot Soup, atau Kyoto-Style Miso Soup yang mampu memulihkan tubuh yang sedang tak bersemangat.

Buku setebal 224 halaman yang ditulis oleh John & Jan Belleme ini disisipkan juga beberapa cerita tentang cara-cara pembuatan bahan-bahan yang sering digunakan dalam masakan Jepang seprti Brown Rice Syrup Melt, Umeboshi, atau acar Jepang, Amazake, dan juga Mi Jepang. Meskipun semua bahan-bahan tersebut sudah dapat dijumpai di supermarket, buku ini juga memberikan beberapa tips cara memilih bahan yang sudah jadi itu secara tepat.

Setiap uraian bahan dalam bab buku ini dilengkapi dengan penjelasan mengenai manfaat bahan buat kesehatan, bagaimana bahan dibuat secara tradisional, tips membeli bahan, cara memasak bahan plus resep-resepnya. Dengan demikian dijamin Anda tak bakal tersesat dalam memahami informasinya.

Bukan hanya ketrampilan memasak yang akan diasah tetapi juga pengetahuan bahan makanan Jepang terutama yang berkaitan dengan kesehatan juga didapat. Dengan pengantar lengkap tentang 'Food is Medicine' Anda bakal diajarkan memahami makanan sebagai obat. Jadi tak sekedar belanja bahan dan memasaknya serta rasanya enak. Makanan kembali diletakkan pada fungsi awalnya untuk menjaga kesehatan. Kalau Anda tergolong orang yang sangat teliti dalam menjaga kesehatan, buku ini layak anda miliki!

Japanese Foods That Heal
John & Jan Belleme
Tersedia di Seluruh toko buku Periplus
Rp 145.000,00


Sumber : DetikFood.com

Label: , ,