Kamis, 13 Mei 2010

PASTA de WARAKU

display


Pasta de Waraku, Japanese Casual Pasta & Café Restaurant yang terletak di Grand Indonesia Shopping Town Garden District Level 3A Unit 05 MH. Thamrin No.1, dengan ngusung konsep yang sangat menyegarkan bagi para pecinta kuliner, Fusion food yang baru yaitu menggabungkan antara pasta khas Italiano dengan cita rasa ala masakan Jepang yang peka dibumbunya, alhasil jadilah Japanese Pasta Dishes yang mungkin belum pernah anda temui sebelumnya.



Yang menjadi point plus untuk Restoran Jepang ini adalah kepedulianya terhadap makanan sehat atau health eating, jadi para kuliner yang sangat peduli dengan kesehatan jangan merasa cemas untuk mencoba menu yang akan disajikan oleh resto ini. Lebih dari 80 jenis Japanese Pasta yang akan ditawarkan oleh resto ini, diantaranya:



chicken katsu tamatoji, diserved dengan piring yang lumayan besar, tetapi pastanya tidak begitu banyak kemudian ada chicken katsunya juga, ada cream-cream gitu, dengan penyajian yang tepat pasta yang dihidangkan tidak begitu banyak minyak, jadi sehat untuk kesehatan.



wafu scallop, pasta ini menggunakan scalop atau gurita dengan tambahan nori atau rumput laut, sebagian makanan yang ada di resto ini hanya sedikit menggunakan minyak sehingga tampa nyata makanan sehatnya.


ikasumi pasta or squid ink pasta, pasta ini pasta berwarna hitam, kenapa namanya squid ink, berkesan pasta ini disiram menggunakan tinta cumi, dibagian dalamnya ada crab nya sehingga sedikit mengalami kesulitan untuk menemukan crab nya, served with quite big portion but less taste tapi masih patut dicoba.


Masih banyak lagi menu – menu yang lain yang tidak kalah kelezatanya, selamat mencoba.


Label: , , ,

Rabu, 12 Mei 2010

Healthy Food = Makanan Jepang


Segar dan sehat. Itulah kesan yang melekat pada masakan Jepang. Tak hanya sayuran dan ikan segar, bumbu yang tanpa tambahan MSG juga baik untuk kesehatan.

Menu masakan Jepang sering dijadikan rujukan para vegetarian atau mereka yang menjalani diet rendah lemak. Umumnya, bahan-bahan untuk masakan Jepang berupa beras dan hasil pertanian (sayur-sayuran dan kacang-kacangan).

Mengingat potensi sumber daya laut Jepang cukup kaya, makanan laut (seafood) kerap dijumpai dalam ragam menu mereka. Bahkan, tak sedikit orang Jepang menyantapnya dalam keadaan segar dan mentah. Saat ini, masakan asli Jepang sulit ditemukan, sekalipun di negara asalnya. Masakan ala Jepang yang ada sekarang sering merupakan perpaduan berbagai bahan makanan dan masakan dari berbagai negara.

Seiring menjamurnya restoran Jepang di berbagai negara, menu-menu yang kemudian dikategorikan masakan Jepang pun kian beragam. Di Indonesia, makanan seperti sushi, tempura, shabushabu dan sukiyaki cukup populer.

Guna menambah daya tarik, banyak restoran Jepang mengkreasikan sendiri atau mengadopsi resep masakan Jepang dan menyesuaikan dengan cita rasa setempat (lokal) tanpa menghilangkan esensi dari masakan itu sendiri, yaitu fresh and healthy.

”Kami menyediakan berbagai jenis menu masakan Jepang. Beberapa menu ada yang asli Jepang, ada yang diadopsi mengikuti lidah orang Indonesia, dan ada juga yang hasil kreasi sendiri,” kata Joy Kameron, pemilik restoran Jepang Takigawa yang berlokasi di Senayan City, Jakarta Selatan.

Menurut pria yang menggeluti bisnis food and beverage sejak 1995 ini, selain mutu masakan dan cara pengolahan yang benar, hal lain yang juga tak kalah penting adalah kesegaran bahan mentah.

Misalnya ikan salmon yang diimpor dari Jepang. Itu benar-benar kami jaga mutunya, kualitasnya juga dipilih yang nomor satu,” ungkap Joy. Dia mengatakan, ikan salmon biasanya hanya tahan 3–4 hari, selepas itu sudah tidak segar lagi. Contoh menu yang menggunakan toping ikan salmon mentah yang segar adalah california roll yang merupakan jenis sushi.

Kendati kecil bentuknya, tapi banyak kandungan gizinya. ”Aneka sushi merupakan salah satu menu yang banyak difavoritkan pengunjung,” kata Chef Takigawa. Gurih dan empuknya nasi sushi semakin mantap jika Anda mencelupkannya ke dalam shoyu (sejenis kecap asin) yang diberi sedikit wasabi (akar tumbuhan yang diparut halus; warnanya hijau dengan rasa yang ”panas”). Celupkan sedikit saja, sebab jika terlalu dalam, nasi akan menyerap shoyu sehingga rasa jadi terlalu asin. Rasakan juga gurihnya telur ikan terbang (tobiko) saat ”berenang” di lidah.

Jika terasa sedikit amis saat menyantap salmonnya, segera ambil gari (sejenis acar jahe berwarna merah muda dengan rasa yang pedas tapi segar). Masih belum puas dengan california roll? Coba juga takigawa roll yang mengandung lebih banyak seafood. Alternatif menu lain yang juga berbahan dasar seafood dengan rasa yang agak pedas adalah seafood spicy yang akan membuat lidah Anda bergoyang. Atau jika Anda penggemar fanatik nasi goring, tapi ingin tetap menikmati seafood, pesan saja cahan yang merupakan campuran nasi goreng dengan aneka seafood yang dipotong kecil-kecil. Bagi penyuka sayuran juga bisa mencicipi kesegaran wakame salad.

Bahan utamanya adalah lobak dan rumput laut nan lembut yang dicampur salad oil dan kecap khas Jepang. Rasanya unik dan segar, ada manis, asam, dan asin. Penambahan katsuobushi juga menyelipkan sedikit rasa ikan di antara dominasi sayuran.

”Menu ini banyak dipesan terutama oleh pengunjung wanita,” kata Direktur Operasional Takigawa Chally Kameron. Dengan konsep semi-fine dining, Chally menuturkan, pengunjung tetap bisa menikmati aneka menu masakan dengan harga relatif murah.

Didukung interior cozy, tamu yang datang juga bisa menikmati pemandangan keluar lewat jendela kaca yang lebar. Selain itu, nuansa Jepang juga lebih terasa dengan adanya para pelayan wanita berseragam kimono, serta pelayan pria yang mengenakan seragam putih dan ikat kepala.

”Irasshaimase!” demikian sapaan selamat datang dalam bahasa Jepang yang selalu mereka ucapkan pada setiap pengunjung yang datang. Dan sebagai ungkapan terima kasih, ”Arigato gozaimasu!” menjadi ucapan wajib mereka ketika pengunjung berpamitan.

(sumber : Okezone.com)

Label: , , , ,