Selasa, 24 Agustus 2010

Sushi Rice

Sushi is made with white, short-grained, Japanese rice mixed with a dressing made of rice vinegar, sugar, salt, and occasionally kombu and sake. It has to be cooled to room temperature before being used for a filling in a sushi or else it will get too sticky while being seasoned. Traditionally, the mixing is done with a hangiri, which is a round, flat-bottom wooden tub or barrel, and a wooden paddle (shamoji).

Sushi rice (sushi-meshi or su-meshi 酢飯) is prepared with short-grain Japanese rice, which has a consistency that differs from long-grain strains such as those from India, Thailand, and Vietnam. The essential quality is its stickiness or glutinousness. Rice that is too sticky has a mushy texture; if not sticky enough, it feels dry. Freshly harvested rice (shinmai) typically contains too much water, and requires extra time to drain the rice cooker after washing. In some fusion cuisine restaurants, short grain brown rice and wild rice are also used.

There are regional variations in sushi rice and, of course, individual chefs have their individual methods. Most of the variations are in the rice vinegar dressing: the Kanto region (or East Japan) version of the dressing commonly uses more salt; in Kansai region (or West Japan), the dressing has more sugar.

Source: www.wikipedia.com

See also: ramen, sushi tei

Label: , ,

Rabu, 18 Agustus 2010

Museum Ramen

The "Shin-Yokohama Raumen Museum" is a unique museum about ramen. In a gallery on the first floor, the museum presents the history of ramen in Japan, including the big success of instant ramen. It displays the variety of noodles, soups, toppings and bowls used across Japan, and shows how the noodles are made. On the two basement floors, visitors can explore a 1:1 replica of some streets and houses of Shitamachi, the old town of Tokyo, circa 1958, when the popularity of ramen was rapidly increasing. Nine ramen restaurants can be found there, each featuring a ramen dish from a different region of Japan. For visitors who wish to try multiple ramen dishes, the restaurants offer "mini ramen" small portions. Tickets for the meals are purchased at vending machines in front of each restaurant before entering.

Source: www.wikipedia.com

See also: sushi, sushi tei

Label: , ,

Senin, 16 Agustus 2010

Cooking Pasta

Cooking pasta is as easy as boiling water, but does require care.

  1. You should figure 1 quart of water per quarter pound of pasta (1 liter of water per 100 grams of pasta), and expand this to 6 quarts for a pound. If you don't use enough water the pasta will be gummy, so don't stint.

  2. Bring the water to a rolling boil, salt it with 2-3 teaspoons of kosher salt per quart of water. Don't skimp on the salt or the pasta will be unpleasantly bland -- it helps to keep in mind that Neapolitans, who are masters at cooking pasta, used to use sea water back when it was safe to do so.

  3. Add the pasta, stirring gently to separate the pieces and keep them from sticking to the bottom of the pot.


The pasta package will probably say how long the pasta should cook for, but don't trust it. A couple of minutes before it is supposed to be done, fish out a piece and break it open; in the center you will see a whitish area of uncooked pasta that is poetically known as the anima, or soul of the pasta. Ladle a couple of ladles of hot water into the serving bowl, swirl them about to warm it, discard them, and continue cooking the pasta until the anima barely fades. At this point drain the pasta, giving it one or two good shakes to remove most of the water (it will continue to absorb water for a minute or two), transfer it to the bowl, stir the sauce into it and serve.

As a variation, if the sauce is fairly liquid, say for penne rosé, warm it in a skillet as the pasta cooks, and when the pasta is just shy of being done drain it and transfer while it's still dripping it to the skillet. Turn the heat to high and toss the pasta as you would an omelet; as it finishes cooking it will absorb the sauce and taste much better. On restaurant menus pasta cooked this way is called strascicata or saltata in padella. There are hudreds of pasta recipes on this site; click on the pasta sauces and recipes link on the navigation bar to the left to reach them.



Source: www.italianfood.about.com

See also: steak, sate, sushi



Label: , ,

Jumat, 13 Agustus 2010

Review From Member4

Sebelumnya Salam kenal, Saya chandra..Ini review pertama saya..well..let`s get started!

Saya merupakan pecinta sushi dan japanese food lainnya, boleh dibilang saya cukup sushi hunter. kali ini saya coba me-review Sushinaga, salah satu tempat makan sushi favorit saya dan pasangan saya.

Sushi naga adalah restoran sushi dengan harga terjangkau yang katanya chef-nya ex-sushi tei. terletak di bilangan kembangan-meruya, restoran ini cukup ramai dikunjungi apalagi pas weekend. restoran berlantai dua ini memiliki suasana yang nyaman dan cozy. well langsung saja kita review makanannya.

dinner saya kali ini adalah dengan memesan 2 appetizer sushi, 2 roll, dan 1 main course.

1. Chuka Wakame Sushi [15rb-an]
Bagi penyuka rumput laut bertipe wakame ini, chuka wakame disini rasanya muantap bleh!... segar dan yummy..

2. Kani-nigiri sushi [15-rban]
Sushi ini adalah sushi sederhana dengan irisan crabstick mayo di atasnya dan sedikit tobiko. rasa crabsticknya dan rasa mayo nya yang asam manis menambah sensasi kesegaran dari sushi ini yang pastinya langsung membangkitkan selera makan.

3. Special Dragon Rollmad
Roll ini merupakan roll favorit di sushinaga, dengan unagi, tempura,dan salmon di dalam roll nya serta irisan avocado di atas dan special saucenya membuat roll ini menjadi roll favorit. rasanya crunchy sekaligus yummy. untuk roll ini dibanderol 61rb rupiah.

4. Celebrity Roll [ 30rb-an]
Roll ini merupakan roll yang juga cukup favorit di sushinaga dengan garnish yang menawan dan rasa yang yummy...membuat lidah menjadi tertarik untuk nambah lagi dan lagi.lol

5. Unagi-Don[41rb-an]

Ini maincourse paling mantap disini menurut saya, Unaginya SUPER ENAKtongue... lembut dan bumbunya meresap, di grill pass sekali. Recommended...

disini Ocha-nya beli sekali trus refill sampe puas deh...

lupa harga ocha nya kalo ga salah si ga sampe 15rb per gelas..


Overall, Sushinaga merupakan sushi yang cukup terjangkau dibandingkan dengan restoran sushi yang berada di mall-mall yang notabene rasanya malah masih lebih unggul sushinaga. service juga OK!

Recommended!!

Sumber: www.openrice.com

See also: ramen, Sushi Tei

Label: , ,

Kamis, 08 Juli 2010

Bagaimana Sushi Mendunia?

Alih Bahasa Oleh: Ratih

Tuna tidak perlu dipromosikan di Jepang, karena merupakan seafood terpopuler disana. Setiap tahun permintaan ikan tuna begitu besar. Nikkatsuren, Federasi Pencinta Ikan Tuna meluncurkan “Hari Tuna” (Maguro no hi). Hari itu, para penjual tuna memajang poster-poster dan membagikan kartu-kartu resep. Tanggal 10 Oktober merupakan tanggal pertama kalinya ikan tuna muncul dalam literatur Jepang, dalam koleksi puisi klasik abad 8 yang dikenal dengan Man'yoshu. Kebetulan tanggal 10 Oktober bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional Jepang. Sehingga, Goro-kun si tuna sportif merupakan cara efektif untuk mempromosikan kebudayaan nasional Jepang, makanan sehat demi kehidupan yang aktif, dan liburan bersama keluarga.


Di luar Jepang, tuna mentah tidak dianggap lezat pada awalnya. Ide soal ikan mentah yang diiris tipis bukanlah sesuatu yang mudah diterima dalam kebudayaan masyarakat lain. Hanya sedikit makanan Jepang yang muncul di media Amerika Serikat setelah Perang Dunia kedua. Baru pada tahun 1960-an artikel tentang sushi muncul di sebuah majalah gaya hidup seperti Holiday dan Sunset. Tapi resep yang ditawarkan adalah sushi dengan bahan udang bukan ikan mentah yang dibungkus nasi. Pada tahun 1972, New York Times meliput tentang pembukaan sebuah restoran sushi dengan artikel berjudul “Wake Up Little Sushi!” review restoran ini menggiring pembaca untuk lebih mengenal sushi termasuk penciptanya di Amerika Utara. Tahun 1970-an memang tahun menanjaknya popularitas sushi di Amerika Utara, Eropa dan Amerika Latin. Sushi menjadi bagian dari fashion, “sushi” lip gloss diambil dari warna merah tuna mentah hingga “wasabi” cat kuku, berwarna hijau muda seperti warna daging alpukat.


Popularitas sushi berpengaruh pada naiknya penjualan ikan tuna di Jepang. Pada tahun 1984 dari 957 ton menjadi 5235 ton. Permintaan ikan tuna sebagai bahan utama sushi di dunia cukup mengejutkan. Hal ini diikuti dengan maraknya restoran sushi di berbagai belahan dunia, baik Asia maupun Eropa. Kendala cuaca kadang menjadi kendala dalam pengiriman sushi. Namun hal ini tidak menjadi kendala para pemilik restoran untuk memesan ikan tuna langsung dari Jepang.


Sushi kemudian menjadi bagian dari kehidupan bergengsi. Sushi disediakan bukan hanya di gerai-gerai atau restoran namun menjadi salah satu menu andalan hotel mewah. Maka permintaan chef ahli sushi pun meningkat. Demi memberikan kebutuhan akan chef di restoran-restoran dan hotel-hotel mewah, sebuah sekolah khusus didirikan di Tokyo, bernama Sushi Daigaku (Universitas Sushi) menawarkan sertifikat sushi bagi para siswanya. Sushi kemudian identik dengan budaya Jepang dimata dunia.


Sumber:

Watson, James I and Melissa I Caldwell (Editors). 2005. The Cultural Politics of Food and Eating: A Reader. Oxford: Blackwell Publishing


Label: ,

Minggu, 20 Juni 2010

Telur

Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan (kaviar). Selain itu dikonsumsi pula juga telur yang berukuran besar seperti telur burung unta (Kasuari) ataupun sedang, misalnya telur penyu. Sebagian besar produk telur ayam ditujukan untuk dikonsumsi orang tidak disterilkan, mengingat ayam petelur yang menghasilkannya tidak didampingi oleh ayam pejantan. Telur yang disterilkan dapat pula dipesan dan dimakan sebagaimana telur-telur yang tidak disterilkan, dengan sedikit perbedaan kandungan nutrisi. Telur yang disterilkan tidak akan mengandung embrio yang telah berkembang, sebagaimana lemari pendingin mencegah pertumbuhan sel-sel dalam telur.
sumber: wikipedia
lihat juga: restaurant, restoran, cafe,

Label: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kamis, 17 Juni 2010

Pasta

Pasta adalah makanan olahan yang digunakan pada masakan Italia, dibuat dari campuran tepung terigu, air, telur, dan garam yang membentuk adonan yang bisa dibentuk menjadi berbagai variasi ukuran dan bentuk. Pasta dijadikan berbagai hidangan setelah dimasak dengan cara direbus. Di Indonesia, jenis pasta yang populer misalnya spageti, makaroni dan lasagna.

Dalam bahasa Inggris, pasta adalah sebutan untuk berbagai jenis masakan dengan bahan utama salah satu jenis pasta yang diberi bumbu dan saus. Pasta berasal dari bahasa Italia "pasta alimentare" yang berarti adonan bahan makanan. Dalam arti luas, "pasta" bisa berarti semua adonan seperti adonan roti, pastry, atau cake. Dalam bahasa Italia, pasta yang berarti bahan makanan seperti mi disebut pastasciutta.

Pasta dibuat dari tepung terigu semolina yang merupakan hasil gilingan biji gandum durum dicampur telur sehingga sedikit berwarna kuning cerah, dan bila dimasak dengan benar akan menghasilkan tekstur sedikit kenyal. Pasta buatan Amerika sering dibuat dari campuran tepung terigu Farina dan Semolina, sehingga mempunyai tekstur yang lebih lembut untuk dijadikan hidangan seperti kaserol.

Di luar negara asalnya di Italia, pasta biasanya dijual di dalam kemasan dalam bentuk kering. Pasta kering dibuat di pabrik dengan menggunakan mesin ekstrusi yang mendorong keluar adonan pasta melalui lubang-lubang saringan. Bentuk-bentuk pasta yang lain diperoleh dengan menggiling adonan pasta menjadi lembaran yang kemudian dipotong-potong atau dicetak.

Pasta segar buatan rumah tangga dan restoran dibentuk dengan tangan beberapa saat sebelum pasta direbus. Pasta segar memerlukan waktu masak yang singkat, namun pasta segar tidak tahan lama disimpan karena memiliki kadar air yang tinggi. Pasta kering bisa tahan lama disimpan hingga 3 tahun atau lebih karena hanya memiliki kandungan air sebanyak 10%. Pasta yang sudah dimasak dan tinggal dipanaskan dengan oven microwave juga sering dijumpai di bagian makanan beku pasar swalayan.
sumber: wikipedia
lihat juga: restaurant, restoran, cafe

Label: , , , , , , , , , , , , ,

Rabu, 16 Juni 2010

Sukiyaki

Sukiyaki (すき焼き, スキヤキ ?) adalah irisan tipis daging sapi, sayur-sayuran, dan tahu di dalam panci besi yang dimasak di atas meja makan dengan cara direbus. Sukiyaki dimakan dengan mencelup irisan daging ke dalam kocokan telur ayam.

Sayur-sayuran untuk Sukiyaki misalnya bawang bombay, daun bawang, sawi putih, shungiku (nama daun dari pohon keluarga seruni), jamur shiitake, dan jamur enoki. Sebagai pelengkap ditambahkan ito konnyaku atau shirataki yang berbentuk seperti soun berwarna bening atau sedikit abu-abu.

Sukiyaki memiliki dua versi, Sukiyaki versi daerah Kansai dan Sukiyaki versi daerah Kanto yang berbeda cara penyajian, jenis bumbu dan rasa.

Menurut Sukiyaki versi Kansai, Sukiyaki hanya dimasak dengan bumbu kecap asin dan gula pasir, sedangkan Sukiyaki versi Kanto dimasak menggunakan saus Warishita yang merupakan campuran dashi, kecap asin, gula pasir, dan mirin yang dimasak terlebih dulu.

Menurut cara Kansai, potongan lemak sapi dicairkan di dalam panci sebelum memasukkan irisan daging sapi. Bumbu berupa gula pasir dan kecap asin dituangkan sekaligus dalam jumlah banyak di atas daging yang sudah matang lalu diaduk-aduk dengan sayur-sayuran hingga matang. Menurut cara Kanto, bumbu warishita dididihkan dulu di dalam panci sebelum semua bahan dimasukkan.
sumber: wikipedia
lihat juga: japanese food, sushi, ramen, makanan

Label: , , , , , , , , , , , , ,

Selasa, 15 Juni 2010

Masakan Jepang Untuk Kesehatan


Jakarta - Masakan Jepang memang sudah populer di berbagai negara. Selain terkenal memakai bahan segar juga mempunyai cita rasa alami. Tak hanya itu bahan-bahan yang dipakai untuk memasak ternyata memiliki khasiat bagi kesehatan sejak ratusan tahun silam. Semuanya diungkap tuntas di buku yang satu ini!

Masakan Jepang memang sudah cukup terkenal sejak lama karena mengutamakan kesegaran bahan dan juga rempah-rempah pilihan yang banyak manfaatnya untuk kesehatan. Tidak hanya itu, beberapa jenis masakan masih diproses dengan cara tradisional sehingga cukup aman dari bahan-bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Di dalam buku Japanese Foods That Heal ini, diungkap secara rinci aneka bahan makanan yang dipakai sejak ratusan tahun silam oleh bangsa Jepang. Tak sekedar nama dan ciri-cirinya tetapi juga khasiat hebatnya bagi kesehatan.

Mulai dari miso, shoyu, jamur shiitake, mochi, tofu, mirin hingga teh Jepang. Ada juga penjelasan mengenai bahan yang masih asing di telinga kita. Sebut saja Kuzu, salah satu jenis akar-akaran seperti ginseng yang sangat baik dikonsumsi oleh para pria karena bisa membangkitkan stamina.

Disini juga dijelaskan kalau salah satu sup Jepang yang cukup terkenal, Miso, yang banyak manfaatnya bagi kesehatan. Seperti untuk mengurangi alergi, meningkatkan libido, mengurangi tekanan darah tinggi, osteoporosis dan masih banyak lagi. Bahkan bakteri baik yang terdapat didalamnya saat proses pembuatan mampu membunuh bakteri yang bersifat jahat.

Tiap cerita tentang bahan diikuti dengan resep-resep yang dibuat secara klasik dan tradisional. Setiap resep yang disajikan dalam buku ini cukup jelas dan diberikan beberapa penjelasan singkat tentang khasiat dan keunikan dari masakan tersebut. Cara membuatnya pun dijelaskan secara jelas dan mudah dimengerti bahkan untuk pemula sekalipun. Seperti Samurai Miso Soup, Creamy Curried Carrot Soup, atau Kyoto-Style Miso Soup yang mampu memulihkan tubuh yang sedang tak bersemangat.

Buku setebal 224 halaman yang ditulis oleh John & Jan Belleme ini disisipkan juga beberapa cerita tentang cara-cara pembuatan bahan-bahan yang sering digunakan dalam masakan Jepang seprti Brown Rice Syrup Melt, Umeboshi, atau acar Jepang, Amazake, dan juga Mi Jepang. Meskipun semua bahan-bahan tersebut sudah dapat dijumpai di supermarket, buku ini juga memberikan beberapa tips cara memilih bahan yang sudah jadi itu secara tepat.

Setiap uraian bahan dalam bab buku ini dilengkapi dengan penjelasan mengenai manfaat bahan buat kesehatan, bagaimana bahan dibuat secara tradisional, tips membeli bahan, cara memasak bahan plus resep-resepnya. Dengan demikian dijamin Anda tak bakal tersesat dalam memahami informasinya.

Bukan hanya ketrampilan memasak yang akan diasah tetapi juga pengetahuan bahan makanan Jepang terutama yang berkaitan dengan kesehatan juga didapat. Dengan pengantar lengkap tentang 'Food is Medicine' Anda bakal diajarkan memahami makanan sebagai obat. Jadi tak sekedar belanja bahan dan memasaknya serta rasanya enak. Makanan kembali diletakkan pada fungsi awalnya untuk menjaga kesehatan. Kalau Anda tergolong orang yang sangat teliti dalam menjaga kesehatan, buku ini layak anda miliki!

sumber: detikfood

lihatjuga: sushi, ramen, dim sum

Label: , , , , , , , , , , , , ,

Minggu, 13 Juni 2010

Melonpan


Melonpan (meronpan), Juga dikenal sebagai panci Melon, Melon Melon roti atau roti, roti manis produk dari Jepang, tetapi juga populer di Taiwan dan cina. Mereka dibuat dari adonan yang kaya tercakup dalam lapisan tipis adonan kue renyah. Penampilan mereka menyerupai melon, seperti rock melon (semangka). Mereka tidak tradisional rasa melon. [1] tetapi di masa sekarang ini telah menjadi populer untuk produsen untuk menambah melon melon ke roti. Variasi ada, termasuk beberapa dengan beberapa chocolate chips antara lapisan kue dan diperkaya adonan lapisan, dan non-melon dibumbui dengan versi karamel, maple sirup, cokelat, atau rasa lain, kadang-kadang dengan sirup, kocok atau krim rasa, atau puding sebagai pompa. Dalam kasus variasi tersebut, nama dapat membuang kata “semangka” ( “mapel panci”) atau mungkin tetap sekalipun tidak ada rasa melon ( “cokelat melon pan”).
lihat juga: japanese food, sushi, ramen, cake]

sumber: kotak game

Label: , , , , ,

Selasa, 01 Juni 2010

Makanan Jepang

Bahan Pembuat Sushi

Nori (海苔, のり ?) adalah nama dalam bahasa Jepang untuk bahan makanan berupa lembaran rumput laut yang dikeringkan. Nori digunakan sebagai hiasan dan penyedap berbagai macam makanan Jepang, lauk sewaktu makan nasi, dan bahan makanan ringan seperti senbei. Bahan baku adalah alga jenis Porphyra seperti Porphyra pseudolinearis Ueda yang dikenal sebagai Iwanori dan Porphyra yezoensis Ueda.

Walaupun warna tidak dapat dijadikan pegangan kualitas, lembaran nori berkualitas tinggi umumnya berwarna hitam kehijauan, sedangkan nori berkualitas lebih rendah berwarna hijau hingga hijau muda.

Jepang, RRC, dan Korea merupakan produsen nori terbesar di dunia. Di RRC, nori disebut sebagai hǎitái (海 苔), dan di Korea disebut gim ().

Korea terkenal dengan nori berbumbu minyak wijen, cabai, dan butiran garam yang agak kasar sehingga berbau khas dan terasa agak pedas.

Mmmm..ayo kita buat Japanese Food dengan nori!

Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Nori

Label: ,

Senin, 10 Mei 2010

Sejarah Makanan Jepang - Sushi

Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司 ?) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak.[1] Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.

Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi (酸し ?). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji 鮓 merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō (魚醤 ?) yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi (麹 ,koji?) atau ampas sake (糟 ,kasu?). Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).



Sejarah

Konon kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah pegunungan di Asia Tenggara. Istilah sushi berasal dari bentuk tata bahasa kuno yang tidak lagi dipergunakan dalam konteks lain; secara harfiah, "sushi" berarti "itu (berasa) masam",[2] suatu gambaran mengenai proses fermentasi dalam sejarah akar katanya. Dasar ilmiah di balik proses fermentasi ikan yang dikemas di dalam nasi ialah bahwa cuka yang dihasilkan dari fermentasi nasi menguraikan asam amino dari daging ikan. Hasilnya ialah salah satu dari lima rasa dasar, yang disebut umami dalam bahasa Jepang.[3]
Lukisan sushi oleh Ichiyusai Hiroshige dari Zaman Edo.

Nigirizushi dikenal di Jepang sejak zaman Edo. Sebelum zaman Edo, sebagian besar sushi yang dikenal di Jepang adalah jenis oshizushi (sushi yang dibentuk dengan cara ditekan-tekan di dalam wadah kayu persegi).[4] Pada zaman dulu, orang Jepang mungkin kuat makan karena sushi selalu dihidangkan dalam porsi besar. Sushi sebanyak 1 kan (1 porsi) setara dengan 9 kan (9 porsi) sushi zaman sekarang, atau kira-kira sama dengan 18 kepal sushi (360 gram). Satu porsi sushi zaman dulu yang disebut ikkanzushi mempunyai neta yang terdiri dari 9 jenis makanan laut atau lebih.

Pada zaman Edo periode akhir, di Jepang mulai dikenal bentuk awal dari nigirizushi. Namun ukuran porsi nigirizushi sudah dikurangi agar lebih mudah dinikmati. Ahli sushi bernama Hanaya Yohei menciptakan sushi jenis baru yang sekarang disebut edomaezushi.[4] Namun ukuran sushi ciptaannya besar-besar seperti onigiri. Pada masa itu, teknik pendinginan ikan masih belum maju. Akibatnya, ikan yang diambil dari laut sekitar Jepang harus diolah lebih dulu agar tidak rusak bila dijadikan sushi.

Sampai tahun 1970-an sushi masih merupakan makanan mewah. Rakyat biasa di Jepang hanya makan sushi untuk merayakan acara-acara khusus, dan terbatas pada sushi pesan-antar. Dalam manga, sering digambarkan pegawai kantor yang pulang tengah malam ke rumah dalam keadaan mabuk. Oleh-oleh yang dibawa untuk menyogok istri yang menunggu di rumah adalah sushi. Walaupun rumah makan kaitenzushi yang pertama sudah dibuka tahun 1958 di Osaka, penyebarannya ke daerah-daerah lain di Jepang memakan waktu lama. Makan sushi sebagai acara seluruh anggota keluarga terwujud di tahun 1980-an sejalan dengan makin meluasnya kaitenzushi.

Keberhasilan kaitenzushi mendorong perusahaan makanan untuk memperkenalkan berbagai macam bumbu sushi instan yang memudahkan ibu rumah tangga membuat sushi di rumah. chirashizushi atau temakizushi dapat dibuat dengan bumbu instan ditambah nasi, makanan laut, tamagoyaki dan nori.

Sumber : Wikipedia.com

Label: , , , ,